Krisis air di Bali, Solusi dari Peneliti


Program Penyelamatan Air Bali

IDEP Foundation - Bali Water Protection Program Press Conference
 

Denpasar, Bali, Indonesia: Cadangan air tanah Bali telah tercatat berada dibawah 20% dan peneliti telah memberitahukan bahwa kondisi pulau ini akan semakin buruk dan akan terjadi krisis ekologi di tahun 2020 jika tidak ada tindakan mitigasi dan pencegahan dalam menanggapi situasi ini.

Pakar teknisi dari Program Penyelamatan Air Bali (BWP) yang terdiri dari Politeknik Negeri Bali (PNB) dan Yayasan IDEP Selaras Alam mengumumkan solusi kolaboratif yang dapat dilakukan oleh masyarakat untuk mengembalikan cadangan air tanah dan mendampingi penanggulangan krisis air, setelah penemuan system pengisian ulang air tanah yang sangat cepat sebagai pencegahan yang efektif dalam kondisi darurat seperti yang terjadi di Bali sekarang.

Air adalah kehidupan, penggunaan dan kebutuhan kita akan air tanah terus meningkat, sementara kebutuhan untuk pengisian ulang air kembali ke tanah telah dianggap remeh” ungkap Dr. Lilik Sudiajeng, professor Teknik Sipil Politeknik Negeri Bali dan ketua peneliti program. Permintaan yang tinggi terhadap air bersih di Bali terutama di daerah perkotaan yang padat penduduk dan kawasan pariwisata telah mengakibatkan cadangan air bersih yang sangat vital untuk daerah pertanian dialihkan untuk kawasan pariwisata di selatan pulau yang mengancam ketahanan pangan pulau ini, situs warisan dunia UNESCO, dan yang terpenting, budaya serta kualitas kehidupan masyarakat tradisional Bali.

Penelitian untuk solusi yang ekonomis dan efektif telah dimulai sejak tahun 2012. Program perdana penyelamatan air, dengan biaya kurang dari 1 juta US Dollar, akan beroperasi setelah mendapatkan pendanaan dan menyasar kepada kelangkaan air tanah dengan membangun system sumur penangkap air hujan sebanyak 136 tangkapan di 13 lokasi strategis sumber air yang terintervensi. Berdasarkan system yang telah berhasil di berbagai daerah dengan tingkat kekeringan yang tinggi di India, model pengisian ulang air tanah menjadi teknik yang dipilih secara global dan oleh tim akademisi di Bali untuk mendapatkan hasil yang maksimal dan cepat untuk mengembalikan dan meningkatkan level air dalam jangka waktu 3 sampai 5 tahun di daerah yang mengalami krisis ir dan terancam intrusi air laut.

Daerah pesisir dimana air tanah mengalami eksploitasi terus menerus akan mengalami kebocoran air laut akan masuk ke dalam tanah, yang selamanya tidak dapat dikembalikan seperti semula, dan apabila terjadi, air tersebut harus disalinasi dengan alat yang sangat mahal untuk mengembalikan subsidi air ke perumahan penduduk, pertanian dan kawasan pariwisata di Bali,” ujar peneliti Teknik SIpil PNB, Ida Bagus Putu Bintana, salah satu inisator program. Saat ini dibutuhkan aksi dari industry pariwisata Bali dalam meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengedukasi juga bagi pemegang kepentingan mengenai krisis air. Menyebarkan pengetahuan kepada aktor kunci pariwisata tentang realita ancaman terhadap keberlangsungan asupan air, dijelaskan oleh inisiator program dan penasihat program dari Yayasan IDEP, Florence Cattin.

Lebih dari 77,000 kamar hotel yang terdaftar dan fasilitas online booking yang mempromosikan jutaan villa untuk disewa – dan pengumuman terakhir tentang target 30 juta turis di tahun 2029, keberlangsungan air Bali sudah benar-benar diujung tanduk. Pelaksana program, Yayasan IDEP dan Politeknik Negeri Bali, mengumpulkan dukungan dari masyarakat dan petinggi sektor pariwisata untuk memastikan suksesnya Program Penyelamatan Air Tanah Bali dan ekspansi system yang dapat berguna bagi daerah kering yang berisiko untuk menyelamatakan ketahanan pangan dan ketahanan air di kawsaan. “Program penyelamatan tidak dapat tercapai dengan hanya usaha dari satu organisasi saja, semua pihak harus bekerja sama termasuk pemerintah, industri dan masyarakat public untuk menyelamatkan air di pulau ini,” menurut Lilik Sudiajeng.

Pada akhirnya, kita berada di sebuah pilihan – Tidak ada air, Tidak ada Bali – dalam hitungan tahun, pulau ini akan kehilangan cadangan air bersih, dan kembali kepada pilihan apakah kita ingin bergantung pada teknologi mahal seperti revese osmosis agar generasi Bali selanjutnya dapat menikmati air bersih yang sangat mahal dengan pengorbanan yang mahal pula, sesederhana itu saja” tambah Cattin.

- ENDS

Informasi lebih lanjut, kunjungi: www.idepfoundation.org/bwp
Email kontak: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
Permintaan media: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.


Perempuan Menanam

To celebrate Mother's day and commemorate National Planting Month, IDEP Foundation present "Perempuan Menanam" (Woman Who Plant).

The event will be held on Friday, December 19th at IDEP Demo site and this event is free of charge, but all participants expected to bring locally grown seedling or seeds. This event will start with seminar of "Preserving Local Seeds" by Mrs. Sayu Komang, follow with other activities. IDEP Foundation will also prepare where participant can get their tree seedling and bring home their own trees!.

Make sure you taking part on this event to show your action to save the environment!.

Perempuan Menanam

 


Benih Bali

Benih Bali Launch Event

To celebrate World Food Day, on Oct 16th we launched our collaborative local initiative, BENIH BALI. The idea of Benih Bali came up when Dr. Vandana Shiva visited Indonesia. We acknowledge the importance of seeds preservation which is why IDEP Foundation and Slow Food Bali are working together through BENIH BALI to ensure the local seeds preservation, as well as giving training and empowering local farmers.

BENIH BALI is dedicated to achieving organic, open-pollinated (OOP) seed self-sufficiency in Bali, working through collaborative programs of local seed conservation, adaptation and innovation.

Built through a close network of better skilled Balinese farmers, and supporting professional and non-profit organizations, BENIH BALI seeks to improve and maintain a healthy, safe food-seed supply in Bali, thus contributing to food security and the conservation of Bali’s rich food heritage.

If you are interested on BENIH BALI, Please visit BENIH BALI website http://www.benihbali.org.
We really appreciate any kind of support and are looking forward to your participation on our upcoming events with BENIH BALI.