“Bali water crisis, tourism paradise in peril”

 

Bali Water Protection ProgramBali Water Protection Program - Save Bali Water

Did you know - Bali is running out of fresh water?

"Lack of management and overconsumption of water can cause aquifers to face groundwater depletion and land subsidence. Although Bali is a lush, tropical island with rich volcanic soil and a more than 1,000-year heritage of rice production, researchers estimate … 60% of Bali's water catchments are drying up".

Selengkapnya...

Apakah kalian tahu? Indonesia adalah negara yang berkontribusi terhadap polusi sampah plastik di lautan terbesar ke-dua [di dunia]?

Setiap tahunnya Indonesia menghasilkan hampir lebih dari 3 ton sampah plastik – yang sebagian besarnya pada akhirnya terbuang ke lautan di seluruh dunia, terbawa oleh arus laut dan menyebar hingga ke pesisir dan rangkaian koral di benua tetangga, Australia – yang mengakibatkan banyaknya biota laut yang mati karena terjebak di tumpukan sampah, dan salah mengira bahwa sampah plastik adalah makanan.

Dan saat ini, dua tumpukan  sampah yang besar, disebut Gyres, pada wilayah Selatan Indonesia terbentuk Gyre Asia-Pasifik-Samudera Hindia, dan pada wilayah Timur Australia, terbentuk Gyre Pasifik Selatan – yang berisikan tumpukan sampah-sampah [non-degradable] yang terbawa oleh arus dari seluruh wilayah Asia dan negara-negara lainnya.

· Apakah kita merasa “malu”?

Selengkapnya...

Bali: Tahanan Lembaha Permasyarakatan Bangli sedang melakukan proses penyimpanan benih lokal untuk dibagikan kepada jaringan benih organik IDEP.

Misi utama Yayasan IDEP terhadap ketahanan pangan adalah “penyimpanan benih dan pertanian yang berkelanjutan” – bersih, hijau, dan jalan terbaik untuk mengurangi angka kemiskinan [petani] secara inklusif.

Penyimpanan benih dan pertanian permakultur atau inisiatif kebun rumah tangga merupakan jejaring kooperatif yang sangat sukses membentuk IDEP dan dikembangkan oleh IDEP, dengan petani lokal dampingan lebih dari 20 orang di sekitar Bali, serta beberapa program serupa yang baru dilaksanakan di Flores, Papua, dan Sumatera Utara.

Selengkapnya...

Lombok: Burung Pemangsa di sini merupakan spesies indikator kesehatan hutan hujan, yang populasinya mulai berkurang atau terancam punah di wilayah Taman Nasional Gunung Rinjani

Foto: Suparman

Pada lereng Gunung Rinjani – gunung berapi yang semi-aktif di Pulau Lombok, sebelah Timur Bali; Elang Flores, burung pemangsa yang terancam punah dan sedikit diketahui oleh khalayak, telah menjadi harta karun yang berharga bagi masyarakat sekitarnya, sebuah ‘panda’ – spesies kunci, untuk pariwisata burung/udara di Lombok. Setidaknya itu rencananya.

Elang Flores (Nisaetus floris), spesies burung pemangsa, merupakan endemic di beberapa wilayah di Nusa Tenggara – termasuk sekelompok populasi kecil di hutan dataran rendah di Taman Nasional Gunung Rinjani, sebuah area dimana [ekosistemnya] terancam rusak dengan aktivitas pembalakan serta pertanian komersial di daerah penyangga taman nasional tersebut.

Dikenal sebagai spesies ‘indikator’ atau ‘payung’, burung pemangsa ini merupakan ‘penjaga’ ataupun ‘barometer ekologi’ terhadap ekosistem hutan [yang ditinggalinya].

Selengkapnya...