[email protected]

(+62) 361 9082983

Libatkan Petugas Penyuluhan Lapangan di Talaud, IDEP Gelar Pelatihan Pengelolaan Pertanian Ramah Lingkungan dengan Metode Permakultur

Sejak 2016, IDEP telah bekerja sama dengan enam desa di Kabupaten Kepulauan Talaud untuk melindungi keanekaragaman hayati dan mengupayakan penghidupan yang berkelanjutan bagi masyarakat. Enam desa tersebut meliputi Ensem, Ambela, Bengel, Rae Selatan, Dapihe dan Dapalan. Sebelumnya, meski dikarunia keanekaragaman hayati yang begitu kaya, termasuk berbagai satwa endemik yang dilindungi seperti Sampiri (Nuri Talaud), masyarakat di sana tak punya pilihan selain tetap bertahan hidup di tengah kerusakan ekosistem yang begitu parah.

 

Menguji kesuburan tanah dengan alat sederhana (Foto: Edward Angimoy)

 

Bagaimana tidak, sejak tahun 1970an, hampir seluruh wilayah penghasil komoditas kopra ini terus-menerus disirami pestisida kimia yang masif. Itu dilakukan untuk membasmi hama sexava (sejenis belalang pemakan daun)  yang merusak tanaman kelapa (bahan dasar kopra) mereka. Karena area perkebunan kelapa di wilayah ini begitu luas, pestisida kimia tersebut bahkan disemprotkan dari udara melalui pesawat. Akibatnya begitu kompleks, mulai dari masyarakat yang bahkan menolak mengkonsumsi kelapa yang mereka sendiri tanam, penebangan liar hingga perburuan terhadap Sampiri dalam kawasan hutan lindung. Dua akibat terakhir dilakukan demi mendapatkan penghasilan setelah kelapa tidak lagi bisa diandalkan.

 

Namun dengan pendekatan permakultur yang diterapkan IDEP melalui program Perlindungan Keanekaragaman Hayati dan Penghidupan yang Berkelanjutan tadi, kini mereka telah berhasil membuat sejumlah langkah maju. Misalnya, kini masyarakat enam desa tadi telah mengembangkan Kebun Pekarangan Keluarga (KPK) untuk memenuhi kebutuhan pangan sehat keluarga, memperoleh pemasukan dari hasil penjualan atas surplus panen dan produk olahan yang bersumber dari kebun itu, melakukan rehabilitasi melalui sistem penggaraman di lahan perkebunan kelapa, melakukan penanaman pohon dan penghentian perburuan liar atas satwa endemik di pulau ini.

 

Untuk memperluas dampak program itu, pada 12-13 Februari 2019 lalu IDEP menggelar Pelatihan Pengelolaan Pertanian Ramah Lingkungan dengan Metode Permakultur di kantor Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Talaud yang berlokasi di Kecamatan Beo. Pelatihan yang mendapat dukungan penuh dari Pemerintah kabupaten ini diperuntukkan bagi Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) dalam lingkup Kabupaten  Kepulauan Talaud. Tidak kurang dari 26 petugas PPL berpartisipasi penuh dalam pelatihan yang fasilitasi Sayu Komang, Koordinator Program IDEP.

 

Petugas PPL memang sengaja disasar sebagai partisipan karena posisi mereka yang strategis dalam pendampingan masyarakat terkait pertanian. Seperti yang diutarakan David Ch. Jullinar, Manajer Lapangan Program IDEP di Talaud, partisipan adalah pihak yang memiliki tugas dan tanggung jawab untuk mendukung masyarakat dalam hal pengelolaan pertanian melalui pengetahuan dan kompetensi yang dimilikinya. “Dengan metode permakultur yang dibagikan dalam pelatihan ini, para partisipan diharapkan dapat menyebarluaskan sistem pertanian yang berwawasan lingkungan, mengutamakan keberlanjutan, sejalan dengan usaha pelestarian keanekaragaman hayati yang ada di Talaud dan tentu saja tetap menguntungkan bagi ekonomi rumah tangga masyarakat,” terang David, sapaannya.

 

Agar menarik, materi pelatihan dikemas dalam bentuk diskusi tentang konsep permakultur yang diikuti dengan praktik langsung. Selama dua hari itu, para partisipan diajak untuk belajar mengenali perbandingan masalah antara keberlanjutan dan ketidakberlanjutan, pembuatan bedengan dengan pola alam, pengetesan PH tanah dan pemulsaan, sistem rehabilitasi tanah, pembuatan kompos, sistem Pengendalian Hama Terpadu dan pestisida alami, sistem pengendalian sexava dengan metode penggaraman, pembenihan dan pembibitan.

 

Di sesi akhir pelatihan, masing-masing partisipan diminta untuk menyusun Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang akan mereka lakukan bersama masyarakat di desa dampingan mereka. Beberapa partisipan terlihat sangat antusias dan optimis dengan RTL yang telah mereka susun. Apalagi, menurut mereka, beberapa materi yang diperoleh selama pelatihan adalah hal baru yang sebenarnya mudah dilakukan, efektif dan berbiaya rendah karena sumber daya yang dibutuhkan dapat diperoleh di sekitar mereka. (Ed)

 

 
 
 

Berlangganan Buletin IDEP

Berikan bantuan yang akan merubah hidup. 100% mendanai proyek amal.

 

 

IDEP Foundation | Helping People to Help Themselves

IDEP Foundation | Yayasan IDEP Selaras Alam
Membantu Masyarakat Mandiri
Br. Medahan, Desa Kemenuh, Sukawati
Gianyar - Bali
Telp. +62 361 9082983

 

IDEP di Instagram