[email protected]

(+62) 361 9082983

Upaya Pengelolaan Pasca Panen Tingkatkan Nilai Tambah Produk

Selama lebih dari 9 tahun Yayasan IDEP Selaras Alam terus mengembangkan kegiatan dan pelatihan terkait upaya-upaya pelestarian lingkungan di Desa Yehembang Kauh. Upaya keberlanjutan ini dilakukan dengan pendekatan permakultur dan penanggulangan bencana berbasis masyarakat. Untuk itu, langkah awal yang dilakukan dalam menciptakan desa tangguh yang berlandaskan permakultur dimulai dari pengembangan kebun pekarangan keluarga.

 

 

Peserta membuat keripik pisang di Yehembang Kauh, pada 24 Maret 2021 (Foto: Wahyu Permana)

 

Kehadiran kebun pekarangan keluarga tentu diproyeksikan untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Kebun yang produktif ini selalu membantu kebutuhan keluarga secara maksimal, sehingga tak jarang terdapat hasil panen yang berlebih. Kelebihan hasil panen kemudian menjadi langkah selanjutnya dalam mengupayakan Desa Yehembang Kauh yang tangguh dan berkelanjutan.

 

Mengelola Hasil Panen yang Berlebih

 

Melalui program Family Scholarship and Forest Temple Agroforestry dengan pendekatan Sosio-Cultural, Yayasan IDEP Selaras Alam dan Basebali mengadakan pelatihan produksi hasil panen. Pelatihan produksi ini tidak sekedar mengolah hasil panen agar tidak terbuang, melainkan meningkatkan nilai tambah dari produk tersebut.

 

Pemaparan materi terkait produksi pasca panen  (Foto: Wahyu Permana)

 

Produk yang akan dihasilkan nantinya merupakan produk-produk yang sesuai dengan permintaan masyarakat lokal. Maka dari itu, IDEP bekerjasama dengan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Yehembang Kauh dan organisasi lokal Basebali untuk mengadakan pelatihan pada Rabu, 24 Maret 2021 hingga Kamis, 25 Maret 2021.

 

Pelatihan yang berlokasi di Training Centre Basebali, Desa Yehembangkauh ini diikuti oleh 30 keluarga yang juga menerima pendampingan kebun pekarangan keluarga. Peserta pun didominasi oleh ibu-ibu yang sangat tertarik dengan upaya peningkatan produksi dari kebun mereka. Antusias para peserta untuk mengikuti pelatihan ini tidak menutup kepedulian terhadap protokol kesehatan. Demi kebaikan bersama dalam upaya memutus rantai penyebaran Covid-19, penyelenggara membagi pelatihan ini dalam dua sesi, sehingga masing-masing sesi diisi oleh 15 orang. Tidak hanya itu, pelatihan juga dilengkapi dengan penggunaan masker dan penyediaan hand sanitizer.

 

Pelatihan Pengelolaan Pasca Panen

 

Pelatihan pengolahan produk lokal ini dilakukan dalam beberapa bagian, dengan pemberian materi dan praktek tentang pengelolaan produk pasca panen serta pengemasan dan branding. Pada tahap pengolahan produk pasca panen, peserta diajak untuk berdiskusi tentang kendala-kendala yang mereka alami selama proses produksi. Proses ini semakin membuka peluang IDEP maupun Basabali untuk memahami permasalahan dan keperluan masyarakat setempat.

 

Praktek pengelolaan produk di Yehembang Kauh  (Foto: Wahyu Permana)

 

Selain itu, peserta pun diberikan penawaran solusi terkait permasalahan produksi yang mereka alami. Solusi tersebut pun diterapkan pada saat praktek langsung. Saat praktek, peserta dipersilahkan membuat minimal empat jenis produk, diantaranya bumbu kering, minyak kelapa, keripik sayur, dan keripik pisang.

 

Mempersiapkan bahan untuk praktek pembuatan keripik

 

Produk-produk yang dihasilkan dari pelatihan ini merupakan produk yang diminati dan dapat menjadi bahan baku masyarakat lokal. Namun, dalam kegiatan berusaha, memproduksi produk saja tidak cukup. Perlu adanya pemahaman tentang bagaimana mengelola keuangan dan usaha itu sendiri. Selain itu, pengemasan dan branding juga menjadi faktor penting dalam proses pemasaran.

 

Produk hasil olahan peserta pelatihan

 

Maka dari itu, pelatihan ini juga memberikan materi tentang bentuk-bentuk dari perencanaan usaha kecil dan pengelolaan keuangan agar usaha yang lakukan lebih berkelanjutan. Setelah memahami sistem perencanaan dan pengelolaannya, materi selanjutnya yaitu cara pengemasan dan branding untuk menghasilkan produk yang lebih diminati. Peserta pun diajak untuk membuat kemasan produk yang menarik dan efisien, sehingga nantinya dapat diterapkan dalam usaha yang ingin dikembangkan.

 

Keberlanjutan Usaha Masyarakat

 

Ketrampilan yang diterima peserta yang didominasi perempuan ini tidak hanya sebagai pengetahuan baru, melainkan peluang usaha baru. Untuk itu, setelah sesi pelatihan berkahir, peserta akan dipersilahkan memilih minimal dua jenis produk untuk dilanjutkan sebagai bagian dari rencana usaha. Para peserta akan melanjutkan proses ini di rumah masing-masing dengan harapan hasilnya akan berkelanjutan dan dapat membantu membangun keluarga yang tangguh. (Gd)

 
 
 

Berlangganan Buletin IDEP

Berikan bantuan yang akan merubah hidup. 100% mendanai proyek amal.

 

 

IDEP Foundation | Helping People to Help Themselves

IDEP Foundation | Yayasan IDEP Selaras Alam
Membantu Masyarakat Mandiri
Br. Medahan, Desa Kemenuh, Sukawati
Gianyar - Bali
Telp. +62 361 9082983

 

 
 
 

 

IDEP di Instagram