 |
| Kurikulum ‘Learnscapes’ oleh Yayasan IDEP |
|
 |
| Tentang isi dan format modul | Manfaat yang lebih luas | Proposal akhir kami untuk kurikulum ini |
 |
|
 |
| Kurikulum Learnscapes Yayasan IDEP di rancang untuk sekolah dasar kelas 4, 5 dan 6 di Indonesia. Tujuan untuk kelas-kelas ini disebabkan karena banyak anak-anak (terutama anak perempuan yang nantinya akan menjadi ibu rumah tangga) yang terpaksa harus meninggalkan sekolah dasar karena tidak mampu untuk meneruskan sekolahnya.
Kurikulum ini direncanakan untuk berjalan bersama dan saling mendukung dengan kurikulum nasional Ilmu Pengetahuan Alam di Indonesia.
Setiap modul dirancang untuk jadwal 3 jam per minggu selama 1/3 semester sekolah maka pilihan pengunaan ini adalah untuk ‘muatan lokal’ yang diminta oleh pejabat sekolah setempat.
|
 |
|
 |
| Tentang isi dan format modul |
 |
| Sembilan modul kurikulum yang dirancang untuk sesi (duabelas minggu): |
 |
1- KAMI ADALAH MASA DEPAN – memperkenalkan tanggung jawab akan lingkungan
2 – JARING KEHIDUPAN – Memperbaiki kualitas lingkungan sekolah
3 – MENGENAL LINGKUNGAN SAYA – Lingkungan lokal, sumber daya dan penelitian
4 – KEBUNKU DESAINKU – Termasuk praktek langsung kebun
5 – MAKANAN SEHAT / KEHIDUPAN SEHAT – Menghasilkan ramuan sehat dari kebun sendiri
6 – MERAWAT KEBUNKU – kepandaian praktis untuk produksi makanan berkelanjutan
7 – KEBUN OBAT-OBATAN – mengembangkan kebun tanaman untuk pengobatan
8 – MENJAGA KEBERSIHAN LINGKUNGANKU – strategi pengelolaan sampah
9 – BERSENANG-SENANG DENGAN PANEN – meningkatkan kemampuan dalam organisasi dan managemen
Setiap kegiatan berlanjut ke kegiatan berikutnya, maka dalam waktu 3 tahun anak-anak bisa membangun pengertian akan lingkungan alami mereka, dampaknya pada lingkungan, dan bagaimana mereka bisa menyesuaikan gaya hidup mereka untuk lingkungan mereka yang berkelanjutan.
Penelitian penuh dari dasar teori dan pengembangan skedul yang paralel dengan kurikulum nasional Indonesia telah selesai.
Sejauh ini beberapa unsur dari kurikulum sudah berhasil diuji-coba di dua sekolah di Bali.
|
 |
| Format dari setiap modul adalah: |
 |
• Sebuah buku yang berisi cerita, poster yang dibawa pulang, kegiatan / latihan untuk 12 minggu
• Proses evaluasi, dengan amplop prabayar kosong untuk mengirim kembali
• Buku panduan untuk guru
Kurikulum ini menggunakan dasar kesadaran lingkungan dan metodologi kegiatan fisik dan praktek untuk menbantu perkembangan murid:
• Komunikasi bicara dan menulis
• Matematik, ilamu pengetahuan dan tehnologi
• Pengelolaan dan pengurangan sampah
• Nutrisi
• Musik, seni dan kerajinan tangan
• Pelajaran tentang masyarakat dan kebudayaan
• Unsur-unsur desain, geografi, ekonomi dan pengetahuan akan lingkungan
|
 |
| • kembali ke atas • |
 |
|
 |
| Kemampuan kurikulum untuk mempengaruhi masyarakat: |
 |
| Kurikulum ini dirancang untuk melatih anak-anak secara sistimatik, ikut serta dalam memperbaiki lingkungan mereka, termasuk pekerjaan rumah yang melibatkan keluarga dan masyarakat mereka.
Untuk menarik perhatian murid-murid kurikulum menggunakan cerita yang menarik dan dinamik, yang dirancang sedemikian rupa sehingga tidak perlu bergantung pada kemampuan guru untuk menjelaskannya.
Penuh dengan praktek kerja langsung dan percobaan yang dilakukan di rumah dan di sekolah. Kesimpulan dari setiap modul dibawa pulang oleh anak-anak untuk diterapkan di rumah, dan dalam prosesnya melibatkan seluruh keluarga.
Penelitian lapangan dalam masyarakat adalah bagian dari kurikulum ini. Hal ini diperlukan untuk menggairahkan dukungan masyarakat, keterlibatan dan kepentingan budaya. Pada akhir program 3 tahun, kelanjutan proyek ini bisa diteruskan oleh anak-anak dibawah kelas mereka untuk mengembangkan kemampuan komunikasi dan managemen.
Tindakan ini juga untuk mendukung perkembangan kemampuan mengajar yang baru dan pendekatan untuk pendidik di Indonesia karena guru-guru akan menggunakan teknik pengajaran langsung, penelitian lapangan, pengetahuan lokal dan sumber daya yang kreatif untuk menambah manfaat kurikulum ini. Juga untuk mengajar para pendidik lokal tentang cara menggunakan sumber daya lingkungan setempat sebagai sumber peralatan pengajaran yang meningkatkan kemudahan akses yang kalau tidak harus dibeli dengan mahal.
Kurikulum ini bisa disesuaikan untuk setiap daerah atau aplikasi global melalui sistem sekolah dan / atau melalui Internet.
|
 |
| • kembali ke atas • |
 |
|
 |
| Proporsal akhir Yayasan IDEP untuk kurikulum ini: |
 |
| Saat ini kami sedang mencari dana untuk bisa melanjutkan proyek ini.
Apabila dukungan sudah bisa dipastikan, Yayasan IDEP merencanakan untuk melakukan perkembangan terperinci, pelaksanaan dan pengawasan, evaluasi dan perubahan dari uji-coba kurikulum di 10 sekolah di tempat yang berbeda di seluruh Indonesia selama 3 tahun, yang hasilnya bisa diintegrasikan kedalam sistem pendidikan nasional.
|
 |
| Hasil (setelah 18 bulan) |
 |
• Penyelesaian perkembangan dari kurikulum 3 tahun
• Peningkatan kemampuan mengajar untuk pendidik setempat
• Perubahan dalam metoda belajar, dari cara lama ke praktek langsung melalui praktek proyek
• Anak-anak yang terpaksa meninggalkan sekolah setelah kelas 6 akan memiliki kemampuan yang berguna, misalnya dalam produksi makanan dan kerajinan serta managemen usaha kecil |
 |
| Hasil (setelah 3 tahun) |
 |
- • Perubahan kebiasaan murid seperti:
- peningkatan dalam mengatur lingkungan masyarakat
- kesadaran akan nutrisi
- pengertian tentang penggunaan obat-obatan tradisionil
- pengelolaan sampah di tingkat rumah tangga
- Anak-anak akan bisa mendesain penilaian dampak lingkungan
- Mengurangi polusi di sekolah, komunitas dan di rumah
- Menghasilkan produk organik dari kebun di sekolah dan di rumah
- Mengurangi sampah lokal, memisahkan, dan apabila memungkinkan, mendaur-ulang
- Melibatkan anggota masyarakatdalam lingkungan setempat
|
 |
| Pengaruh (jangka panjang) |
 |
• Perubahan kebiasaan di rumah dan masyarakat
• Meningkatkan nutrisi
• Mengurangi polusi di tingkat masyarakat
• Memperbaiki penghasilan keluarga dengan kemampuan yang dipelajari
• Kemampuan managemen yang didapat dari proyek di sekolah
• Meningkatkan kemampuan guru
Kurikulum ini termasuk proyek untuk mempelajari usaha kecil berdasarkan kemampuan yang dipelajari, menyediakan kesempatan untuk mengembangkan penghasilan bagi kaum wanita dari penjualan produk ramah lingkungan (seperti kertas daur ulang, kompos, sayur-sayuran, obat obatan tradisional dan tanaman) |
 |
| Kemampuan praktis yang dipelajari murid-murid termasuk: |
 |
• Pengertian tentang tanggung jawab masing-masing terhadap lingkungan mereka
• Observasi dan analisa masalah erosi, air dan pengolahan air limbah setempat
• Pengertian tentang kepentingan konservasi tanah dan air
• Menentukan dan mendokumentasi tanaman setempat dan menilai kembali biodiversiti
• Mengerti akan dampak polusi melalui observasi dan analisa langsung
• Kemampuan praktis untuk memisahkan dan mendaur ulang sampah padat
• Mendokumentasi kemampuan dan pengetahuan dari para tetua masyarakat termasuk dukun tradisional
• Mempelajari dasar managemen proyek melalui proyek kecil di sekolah
• Penilaian akan pertanian sebagai pekerjaan yang berarti dan berkelanjutan serta mengurangi perpindahan penduduk dari desa ke kota
• Pengertian tentang hubungan antara kesehatan dan nutrisi
• Merencanakan, menanam dan merawat kebun organik dan sistem kompos
• Meningkatkan nilai pekerjaan yang biasanya dilakukan oleh kaum wanita dan merubah pemikiran yang kolot tentang gender
• Berbicara didepan umum dan kemampuan membuat rencana yang didapat dari meneruskan proyek ke pelajar yang lain
• Mempelajari kemampuan pemasaran dengan mengadakan bazar pertanian |
 |
| Karena minat yang diterima dalam tingkat nasional begitu besar, maka kurikulum ini berpotensi untuk mencakup jutaan orang dan membuat dampak positif terhadap kesadaran lingkungan di Indonesia serta managemen baik di tingkat perorangan maupun masyarakat.
Apabila anda berminat untuk mendukung program ini, silakan menhubungi kami untuk mendapatkan keterangan terperinci.
|
 |
| |
| • kembali ke atas • |
| |
| |