[email protected]

(+62) 361 9082983

Distribusi Bantuan untuk Adonara

Pada 24 April 2021 lalu, IDEP bersama mitra lokal YPPS mengadakan distribusi paket bantuan kebutuhan pokok kepada 32 keluarga pengungsi terdampak banjir bandang di Desa Nelelamawangi, Adonara, Nusa Tenggara Timur (NTT). Banjir bandang itu terjadi setelah badai Siklon Tropis Seroja terlebih dahulu menerjang dan memicu hujan deras di sebagian besar wilayah NTT pada awal April. Adonara adalah salah satu yang terdampak paling parah dengan jumlah orang meninggal sebanyak 32.

 

Distributing aid packages in SDN Nelemandike (Photo: M. Awal)

 

 

Paket bantuan yang mereka terima berupa bahan makanan, perlengkapan makan dan dapur, perlengkapan sanitasi, dan masker. Masing-masing keluarga menerima satu paket. Barang-barang yang didistribusikan itu ditentukan berdasarkan hasil asesmen kebutuhan paling mendesak mereka.

 

Puluhan keluarga penerima paket bantuan itu merupakan para pengungsi yang hingga saat ini menempati posko pengungsian mandiri di ruang-ruang kelas SDN Nelemandike, Desa Nelelamawangi. Mayoritas dari mereka tidak punya pilihan selain mengungsi di bangunan sekolah itu. Selain karena tak bisa kembali ke rumahnya yang rusak berat, mereka juga tak memiliki keluarga di desa-desa tetangga yang rumahnya bisa mereka tempati sebagai pengungsian sementara.

 

 

No

Villages/

Districts

Population Total

Families Affected

People Affected

Death

Damaged Facilities

KK

Jiwa

1

Waiwerang, Adonara Timur

1.228

4.270

174

820

5

Pipping network, roads, bridges

 

2

Waiburak, Adonara Timur

925

3.353

139

518

9

Village office, Roads, village hall

3

Oyang Barang, Wotan Ulumado

320

1.153

23

195

3

Pipping network, roads

4

Nobo, Ile Boleng

176

555

68

231

-

Pipping network, roads

5

Nelelamadike, Ile  Boleng

393

1.307

228

721

56

Pipping network, roads

 

Total

3.042

10.638

632

2.485

73

 

Sumber: YPPS, April 2021

 

 

Berdasarkan data tersebut, YPPS dan IDEP melakukan distribusi bantuan kepada masyarakat yang mengungsi secara mandiri di SDN Nelemandike. Ada 92 keluarga dengan total 262 jiwa yang menempati posko pengungsian ini. Mereka terdiri dari 130 laki-laki dan 132 perempuan. Dari jumlah itu, ada bayi dan balita sebanyak 26 jiwa, anak-anak 42 jiwa, remaja 38, lansia 59 jiwa, dan penyandang disabilitas 2 jiwa.

 

 

Pengungsi mengambil paket bantuan di SDN Nelemandike (Foto: M. Awal)

 

 

Sejauh amatan tim IDEP dan YPPS di lapangan, tidak banyak bantuan yang mereka terima sebab sebagian besar bantuan mengarah ke posko-posko pengungsian yang dibentuk pemerintah di tempat lain. Kendati ada sejumlah bantuan yang mereka terima, misalnya dari IDEP dan YPPS serta organisasi relawan lain, namun itu tetap belum cukup untuk memenuhi seluruh kebutuhan mereka selama berada di pengungsian.

 

 

Selain persoalan jumlah bantuan yang masih kurang karena sistem distribusi yang belum merata, rencana pembangunan hunian tetap (Huntap) bagi pengungsi yang kehilangan rumah juga masih belum menemui titik terang. Pasalnya, lahan yang dipilih pemerintah merupakan lahan adat beberapa suku setempat. Karena itu merupakan lahan adat, keputusan untuk menggunakan lahan itu pun mesti menunggu kesepakatan para tetua adat dan petinggi suku. Hal ini bisa memakan waktu yang cukup lama.

 

 

Situasi di pengungsian SDN Nelemandike (Foto: M. Awal)

 

 

Kondisi tersebut hampir pasti membuat warga terdampak tadi berpotensi semakin lama berada di pengungsian. Terbatasnya jumlah bantuan yang mereka terima juga menempatkan mereka dalam situasi yang sulit. Kendati masa tanggap darurat telah diakhiri pemerintah, namun rumah yang rusak membuat mereka tidak punya pilihan selain tetap bertahan tinggal di pengungsian. (Gd/Ed)

 
 
 

Berlangganan Buletin IDEP

Berikan bantuan yang akan merubah hidup. 100% mendanai proyek amal.

 

 

IDEP Foundation | Helping People to Help Themselves

IDEP Foundation | Yayasan IDEP Selaras Alam
Membantu Masyarakat Mandiri
Br. Medahan, Desa Kemenuh, Sukawati
Gianyar - Bali
Telp. +62 361 9082983

 

 
 
 

 

IDEP di Instagram