Awal Mula IDEP

Tahun 1998, Indonesia memasuki fase krisis finansial dan sosial. Sekelompok individu di Bali kemudian berkumpul dan membahas apa yang dapat mereka lakukan untuk mengatasi situasi ini.

IDEP Foundation - How IDEP Began

Mereka membahas berbagai kendala yang semakin besar dihadapi oleh penduduk Indonesia dan melakukan evaluasi terhadap sumber alam dan manusia yang ada di negara ini. Mereka lalu memutuskan untuk memfasilitasi program LSM di sebanyak mungkin daerah di Indonesia, melalui 'Pelatihan Pelatih' dalam Desain Permakultur. Pelatihan ini menawarkan organisasi mengenai pemahaman dan sarana untuk membantu masyarakat mereka dalam menyediakan pangan, pemukiman, energi, serta kebutuhan lain dalam cara yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Pelatihan ini menjadi pelopor pendirian IDEP di tahun 1999, dengan berfokus pada penerapan permakultur sebagai solusi alternatif atas krisis finansial. Seiring waktu, Yayasan IDEP mencoba untuk memberikan pendampingan kepada masyarakat terkait dengan permakultur dan penghidupan yang berkelanjutan yang membantu masyarakat mandiri.

Di tahun 2002, Bali terpuruk oleh tragedi kemanusiaan yang lebih dikenal dengan Bom Bali yang menjadikan IDEP sebagai organisasi menyadari pentingnya kesiapsiagaan bencana untuk masyarakat. Belajar dari situasi-situasi yang terjadi, IDEP mengembangkan buku acuan untuk penanggulangan bencana berbasis masyarakat sebagai titik awal lahirnya program penanggulangan bencana dan pengurangan risiko bencana hingga saat ini.

Dinamika organisasi yang terjadi menjadikan IDEP sebagai organisasi lokal untuk belajar dan mengeksplorasi lebih banyak penghidupan yang berkelanjutan apakah itu terkait permakultur atau pengurangan risiko bencana, yang sampai hari ini masih menjadi fokus dengan inovasi-inovasi yang membangun keberlanjutan, transparansi dan akuntabilitas dari organisasi.

• KLIK DISINI UNTUK MELIHAT PROYEK-PROYEK DI LAPANGAN DI INDONESIA •